KONSEP KARYA SENI RUPA
Seni rupa adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang di tata dengan prinsio-prinsip tertentu menurut kegunaannya, ada dua jenis karya seni rupa.
A. Karya seni rupa murni, yaitu karya seni rupa yang mengutamakan segi keindahan dan hanya dinikmati nilai atau mutunya seninya dengan indra penglihatan. contohnya lukisan
Lukisan adalah suatu karya seni yang
dibuat oleh pelukis untuk menggambarkan suatu objek dengan mengutamakan nilai
estetikanya. Lukisan-lukisan tertua berada di Chauvet Grotte di Perancis,
diklaim oleh beberapa sejarawan dari sekitar 32.000 tahun yang lalu. Lukisan
itu diukir dan dicat menggunakan oker merah dan pigmen hitam dan menampakan
kuda, badak, singa, kerbau, raksasa, desain abstrak dan sejenis sosok manusia
mungkin parsial.
Mona Lisa, atau La Gioconda
(La Joconde), adalah lukisan minyak di atas kayu poplar yang dibuat oleh Leonardo da Vinci pada abad ke-16. Lukisan ini
sering dianggap sebagai salah satu lukisan paling terkenal di dunia dan hanya
sedikit karya seni lain yang menjadi pusat perhatian, studi, mitologi, dan
parodi. Lukisan ini dimiliki oleh pemerintah Perancis dan dipamerkan di
Musée du Louvre di Paris.
B. Karya seni rupa terapan, yaitu karya seni rupa yang mengutamakan fungsi pakai, selain dinikmati juga mutu seninya. contohnya ngerabah
Gerabah adalah seni kriya yang dibuat
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gerabah menjadi salah satu bentuk buah
karya dan sekaligus tradisi nenek moyang turun-temurun yang pernah ada dan
sampai sekarang masih dipertahankan sebagai suatu keahlian penduduk setempat
yang telah diakui dunia. Dulu gerabah biasa digunakan untuk menyimpan beras,
garam dan bumbu-bumbuan disamping digunakan untuk tujuan memasak. Berikut
adalah gambar gerabah tertua di dunia yang ditemukan di Jiangxi, Cina.
Membuat gerabah sederhana saja tidak
semudah orang-orang pikirkan karena membutuhkan proses berliku dan lama.
Berikut proses pembuatan gerabah :
1.
Proses Pencarian tanah liat
Butuh
inspeksi yang teliti untuk mendapatkan tanah liat terbaik yang sesuai dengan
kualitas standart. Tanah liat yang bagus tidak harus berasal dari desa
penghasil gerabah namun berasal dari desa terdekat. Tanah liat tidak serta
merta langsung digunakan tapi butuh ketelitian yang mendalam dan memastikan
kalau tanah liat tidak bercampur batu-batu kecil dan kotoran.
2.
Proses Pengeringan
Setelah
inspeksi, tanah liat dipotong-potong seperti kubus dan dijemur di bawah sinar
matahari, butuh sekitar 3 atau 4 hari. Bila potongan kubus-kubus tersebut sudah
kering, kemudian ditumbuk jadi seperti adonan tepung yang lembut dan disimpan
sebelum digunakan sebagai adonan. Yang paling menarik untuk disaksikan tidak
ada alat-alat modern yang mendukung dalam pembuatan gerabah, tapi lapisa-lapisan
tanah liat terus ditambahkan dari jumlah adonan asli sementara para pengrajin
gerabah memutar benda/alat yang digunakan sampai terbentuk benda yang
diinginkan, kendati bentuknya seperti sudah jadi namun sebenarnya belum
selesai, lalu ada juga pengrajin yang ditugaskan khusus untuk mendekorasi
setelah itu benda/pot yang dimaksudkan dibiarkan kering di tempat yang tidak
terlalu banyak kena sinar matahari.
3.
Proses Mempernis dengan minyak kelapa
Benda/pot
yang sudah dipernis adalah kombinasi minyak kelapa dan dibiarkan kering sebelum
di kerik/digosok dengan batu hitam atau alat-alat tradisisonal lainnya karena
itu permukaannya kelihatan mengkilat dan lagi dikeringkan diterik sinar
matahari dan itu butuh satu hari bahkan juga digosok halus di pertengahan siang
hari untuk menambah kilauannya.
4.
Proses Pembakaran
Benda/pot
siap untuk dibakar and dikumpulkan kedalam oven terbuka yang ditutupi jerami
padi yang dibakar selama lebih dari 4 jam dan temperature produksinya sekitar 400
sampai 800 derajat Celsius
5.
Proses Pewarnaan
Pekerjaan
terakhir adalah memilih warna yang tepat , bila warna merah tua yang
dikehendaki dilapisi dengan sari biji asam dan bila warna merah jentik yang
dikehendaki, cukup jentikkan dengan sekam.
Ada
3 desa penghasil gerabah yang terkenal di Lombok, sebut saja Banyumulek di
Lombok Barat, Penujak di Lombok Tengah dan Penakak di Lombok Timur,
masing-masing memiliki keunikan serta ciri khas tersendiri.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar